Inspiratif Karena Bakat dan Prestasinya

Inspiratif Karena Bakat dan Prestasinya

Ghazi Abdullah Muttaqien, Pemuda Berusia 21 Tahun Yang Menjadi Contoh Inspiratif Karena Bakat dan Prestasinya!

Inspiratif Karena Bakat dan Prestasinya. Ghazi Abdullah Muttaqien adalah seorang pemuda berusia 21 tahun yang telah menjadi contoh inspiratif bagi banyak orang. Dengan bakat dan prestasinya yang luar biasa, Ghazi telah membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan.

Ghazi memiliki banyak bakat yang luar biasa. Salah satu bakatnya yang paling menonjol adalah dalam bidang musik. Sejak kecil, Ghazi telah menunjukkan minat yang besar dalam musik. Dia belajar bermain gitar secara otodidak dan kemudian mengembangkan kemampuannya dalam bernyanyi. Suaranya yang merdu dan kemampuannya dalam memainkan alat musik membuatnya sering tampil di berbagai acara musik lokal. Banyak orang yang terinspirasi oleh bakat musikal Ghazi dan mengagumi dedikasinya dalam mengembangkan kemampuannya.

Tidak hanya dalam bidang musik, Ghazi juga memiliki bakat dalam bidang olahraga. Dia adalah seorang atlet sepak bola yang berbakat. Sejak kecil, Ghazi telah bermain sepak bola dan terus mengasah kemampuannya. Dia telah mengikuti berbagai kompetisi sepak bola dan berhasil meraih berbagai penghargaan. Prestasinya dalam olahraga ini tidak hanya menginspirasi teman-teman sebayanya, tetapi juga banyak orang yang melihatnya sebagai contoh inspiratif dalam menjalani kehidupan aktif dan sehat.

Inspiratif Karena Bakat dan Prestasinya

Selain bakat musik dan olahraga, Ghazi juga memiliki prestasi akademik yang luar biasa. Dia adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Meskipun memiliki jadwal yang padat dengan kegiatan musik dan olahraga, Ghazi tetap mampu menjaga prestasinya di bidang akademik. Dia telah meraih berbagai penghargaan atas prestasinya dalam studi dan menjadi contoh bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara bakat dan pendidikan.

Keberhasilan Ghazi tidak hanya terbatas pada bakat dan prestasinya sendiri, tetapi juga dalam kemampuannya untuk menginspirasi orang lain. Banyak orang yang terinspirasi oleh kisah hidup Ghazi dan melihatnya sebagai contoh yang dapat diikuti. Dia telah menjadi pembicara motivasi dalam berbagai acara dan berbagi pengalaman serta kiat-kiatnya dalam meraih kesuksesan. Melalui pengalaman hidupnya, Ghazi telah membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, siapapun dapat meraih impian mereka.

Dalam usia yang masih muda, Ghazi Abdullah Muttaqien telah menjadi contoh inspiratif bagi banyak orang. Bakat dan prestasinya dalam musik, olahraga, dan akademik telah menginspirasi banyak orang untuk mengembangkan potensi mereka sendiri. Melalui dedikasinya dan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan, Ghazi telah membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Dia adalah contoh yang hidup bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, kita semua dapat meraih impian kita.

Inspiratif Karena Bakat dan Prestasinya

Tepat 94 tahun yang lalu, pada tanggal 28 Oktober 1928 ada sebuah momentum berharga bagi bangsa Indonesia, momen tersebut kita kenal dengan nama Hari Sumpah Pemuda, pada hari itu seluruh pemuda di Indonesia berikrar menyatakan persatuan melawan penjajah. Nilai semangat yang tertanam pada hari itu kian tumbuh hingga kini, salah satunya terdapat pada pemuda asal Garut, Ghazi Abdullah Muttaqien.

Ghazi memiliki semangat yang tinggi agar bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi  bangsa dan agama. Pemuda kelahiran Garut, 19 Oktober 2001 ini membuktikan, bahwa ia mampu menginspirasi para pemuda lainya dengan bakat dan prestasi yang ia miliki berupa penguasaan terhadap beberapa bahasa, dirinya mampu berbicara dalam 10 bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris, Arab, Korea, Jepang, Rusia, Belanda, Jerman, Prancis, Spanyol, dan bahasa latin.

Tak hanya itu, lulusan Pesantren Persis 19 Garut ini juga terkenal berprestasi, buktinya ia telah selesai menghafal Al-Quran 30 juz di usia 14 tahun dan hafal kitab hadits Bulughul Maram di usia 15 tahun. Lalu, di usia 17 tahun, Ghazi dinobatkan sebagai “Youth Muslim Peace Ambassador” pada World Muslim Conference 2019 di IIUM Malaysia.

Inspiratif Karena Bakat dan Prestasinya

Saat ini, Ghazi tercatat sebagai Mahasiswa aktif Jurusan Hadits di STAIPI PERSIS Garut dan penerima Beasiswa Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Setelah sebelumnya ia telah dinyatakan lolos diterima studi di empat universitas luar negeri yaitu: IIUM Malaysia, Ibn Haldun University Turki, Universiti Malaya, dan Universitas Islam Madinah.

Ghazi juga terkenal aktif di organisasi kepemudaan, saat ini dirinya tercatat sebagai anggota aktif organisasi Pemuda Persis dan pernah diamanahi menjadi Deputy Director Strategic Research Society OIC Youth Indonesia, dan ketika berusia 19 tahun, dirinya dilantik di MPR RI Senayan sebagai Ketua World Interfaith Forum (Forum Lintas Agama Dunia) yang merupakan bagian dari Asian African Youth Government (AAYG) yang beranggotakan sekitar 63 Negara Asia-Afrika.

Dirinya juga sempat menjadi delegasi Indonesia untuk International Muslim Intellectual Forum 2020 Turkiye, serta delegasi pemuda Islam Indonesia yang diundang untuk membahas tema “mewujudkan visi Indonesia Emas 2045” sebagai pembicara termuda dalam event internasional bergengsi The 4th Annual Scientific Symposium of Indonesian Collegians in Japan (ASSIGN) pada tanggal 4-6 September 2021 di Tokyo, Jepang.

Ghazi juga terpilih sebagai delegasi Indonesia yang diundang mengikuti Forum Lingkungan Hidup Dunia pada 1st World Youth Assembly 2022. Gelaran tersebut diselenggarakan di Markas Besar PBB Jenewa, Swiss dan Université de Genève pada tanggal 20-22 April 2022, dan juga tercatat sebagai salah satu inisiator piagam Internasional tentang lingkungan “World Youth Charter” di Jenewa, Swiss.

Ghazi menilai prestasi mentereng yang ia raih tak lain berkat peran kedua orang tuanya dan juga pola asuh yang dia dapatkan selama menjadi santri di pesantren, didikan itulah yang sampai saat ini masih melekat dalam diri Ghazi sebagai generasi penerus bangsa.

Terkait didikan orang tua, ia menyebutkan tiga prinsip sederhana namun penting bagi dirinya, yaitu tidak boleh punya HP (kecuali setelah hafal al Quran), dilarang punya pacar, dan selektif memilih teman.

Ghazi mengungkapkan, kala dirinya menjadi santri di pesantren, ada ‘Budaya Ilmu’ serta pola asuh tertentu yang diterapkan, seperti membaca, menulis, diskusi, debat, dan berdakwah dengan qur’an-sunnah yang membuat dirinya berhasil menjadi seorang pemuda Indonesia dengan sejumlah prestasi yang diakui oleh dunia internasional.

Selain itu, Ghazi juga kerap menyampaikan motivasi bagi para pemuda agar terus menanamkan hal positif dalam diri mereka. Seperti salah satu motivasi yang ia kutip dari John Quincy Adams, “Jika tindakanmu menciptakan warisan yang menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih banyak, belajar lebih banyak, berbuat lebih banyak, dan menjadi lebih banyak. Maka, kamu adalah seorang pemimpin yang luar biasa,” tulis Ghazi, lewat akun instagram pribadinya, Rabu (19/10/2022).

Tak hanya itu, saat ditemui di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis, (20/10/2022), Ghazi juga menyampaikan pesan kepada para pemuda di Indonesia untuk bersama-sama merubah karakter dalam diri masing-masing melalui pola pikir yang positif, karena hal ini yang akan menentukan masa depan bangsa Indonesia.

“Teruntuk generasi muda Indonesia jika mereka ingin masa depan Indonesia cerah, negara maju, berdaulat, dan disegani dunia, terutama di tahun 2045 nanti. Mulai sekarang mari kita sama-sama ubah pola pikir untuk lebih positif. Karena pola pikir akan berubah menjadi kata-kata, kata-kata akan berubah menjadi tindakan, tindakan akan berubah menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akan berubah menjadi karakter, sedangkan karakter kita lah yang akan menentukan bagaimana nanti masa depan kita, terutama bangsa kita Indonesia,” tuntasnya.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis